Chit-chat

Saturday, May 16, 2015

Lelaki yang tepat untuk Bintang.

Bintang memiliki masa kecil yang begitu keras. Dia tidak pernah diperlakukan lembut sejak kecil hingga Ia terbiasa mendengar teriakan, merasakan pukulan, dan menatap sosok dirinya yang begitu menyedihkan dihadapan cermin. Bintang percaya dengan masa kecil yang keras itu bisa membuatnya lebih kuat dalam menghadapi dunia. Namun, Bintang salah. Seiring berjalannya waktu, teriakan dan pukulan Ayahnya yang sangat menyakitkan membuat Ia trauma. Ia benci teriakan, ia benci pukuluan, ia benci lelaki. Lelaki itu kejam dan tidak berperasaan. Ya. Mereka memang tidak pernah menggunakan perasaan tetapi logika. Tetapi jauh di lubuk hatinya, Bintang menyimpan harapan bahwa kelak suatu hari nanti, Tuhan mau memberikan Ia lelaki yang bisa membuatnya merasa disayangi seperti Tuhan menyayangi dirinya. 

Namun, tingkah Bintang yang seperti lelaki membuat para lelaki ragu mendekatinya, Ya. Gadis itu sengaja agar Ia bisa melindungi dirinya sampai Ia bisa menemukan pria yang bisa membuatnya nyaman. 

Penantian Bintang pun tiba, pria itu hadir layaknya matahari yang membantu bintang-bintang dilangit untuk memancarkan sinarnya. ya. Bintang sanggup memancarkan sinarnya karena pria itu. Dia lembut, tulus dan Bintang menyayanginya. Tetapi, Ia tidak semudah itu untuk melabuhkan hatinya. Trauma yang Bintang miliki, membuatnya harus berpikir beberapa kali. Akankan pria itu menyakitinya suatu saat nanti? Akankan Ia sanggup bertahan? Bintang meminta restu kepada Tuhan, agar Tuhan memberkati pilihannya. 

Layaknya pasangan yang baru menjalin kasih, dunia begitu bewarna buat Bintang. Ia merasa dihormati, dihargai dan dikasihi. Lalu badai mulai mengubah dunia indahnya. Pria itu berubah menjadi sosok "Wolf". Lembut namun mematikan. Bintang berusaha menerimanya karena kasih tidak memandang apapun. Tapi, perlahan-lahan hati Bintang sering terasa dicabik-cabik oleh sosok "Wolf" itu. Air matanya yang tadinya sulit untuk mengalir menjelma menjadi mata air yang tidak pernah surut. "Tuhan, apakah semua lelaki di dunia ini sama saja?" Bintang berseru dalam hati. "Tuhan, apakah kau memang tidak menakdirkanku untuk hidup bersama lelaki?" "Apakah kau cemburu jika aku menyayangi lelaki lain selain dirimu?" Bintang memutuskan untuk menyerahkan semunya kepada Tuhan. Dia sudah berserah agar hatinya bisa lebih baik. Semoga rencana Tuhan untuknya bisa Ia terima dan Ia merasa bahagia.