Chit-chat

Sunday, November 17, 2013

Dunia Perantauan

Heloooooooooooo, kembali lagi bersama saya Angelina Jolie, uhukkkkkk. Tidak terasa sudah hampir empat bulan saya tidak berkicau ria ya. 

Ehem. Sekarang aku sudah menjadi seorang mahasiswi loh, horeeee. Banyak sekali tantangan yang harus aku jalani selama menjalani profesi sebagai mahasisiwi. Salah satunya yaitu merantau. Pada awalnya aku bahagia sekali, bisa jauh dari orangtua itu merupakan kebahagiaan terbesar buatku. Why? Because I love Freedom. Aku ingin bebas melakukan apa pun yang aku mau tanpa ada yang melarang, aku tidak suka diatur. Itulah sebabnya aku mengambil jurusan yang mungkin nanti bisa membawaku ke negara bebas (Amin). Dimana kau bisa menjadi apapun yang engkau mau. Hahaaaaaa. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai merindukan kicauan mamaku. Kau tahu? Dia adalah wanita yang sangat cerewet dengan segala apa yang ada didalam diriku. Ketika aku makan lebih dari tiga kali, dia ngomel. Ketika aku malas merapikan kamar, dia ngomel lagi. Ketika aku terkena tifus, duh ngomel terus. Tetapi itulah karakter seorang mama, kalau aku pikirkan kembali sih semua yang mama katakan itu ada benarnya. hahaha! Dan sekarang aku sedang homesick-homesick-nya :( Apalagi ketika uang sudah mulai menipis, aku ingat mama. Kapan uangnya dikirim maaaa? (jadi ceritanya, aku ingat orangtua kalau uang sudah mulai habis. Hoohohohoh)

Dunia perantauan itu sebenarnya kejam loh pemirsa, kau memerlukan usaha ekstra untuk bisa beradaptasi didalamnya. Apalagi ketika para penghuninya sangat bertolak belakang dengan gaya hidupmu, karakter dirimu. Ketika ada sesuatu hal yang menurutmu wajar belum tentu mereka juga berpikiran bahwa itu "wajar". 

Oh yaaa, ada sesuatu hal yang unik didunia baruku ini. Ini berkaitan dengan para penghuninya. Mereka sangat terbuka dalam segala hal dan aku berusaha keras untuk menerima hal itu. Aku tidak terbiasa bersikap terbuka dengan orang lain walaupun dia temanku sendiri. I love privacy~ Banyak dari mereka yang memiliki kesan negatif tentang diriku ketika pertama kali melihatku. Mungkin karena wajah jutekku yang tak pernah bisa kuhilangkan hahahah. Sebelum aku masuk kedunia perantauan ini, aku memang tidak terbiasa untuk tersenyum. Lalu, ketika melihat hampir seluruh penghuni duniaku yang baru ini suka tersenyum, aku kelabakan. Hey aku tidak tau cara tersenyum yang baik dan benar tapi aku tau bagaimana caranya tertawa hahaha. Image jutek dan cuekku akan hilang ketika aku sedang tertawa, sangat berbeda 180 derajat. Ini nyata, karena mereka sendiri yang bilang seperti itu hahahaha.

Dunia perantauan adalah sebuah drama. Yap, aku tidak mudah percaya dengan orang lain oleh karena itu aku menganggap semua para penghuni dunia ini sedang memerankan peran yang diinginkannya. Dihadapan kita mungkin mereka terlihat menyukai kita tapi tidak menutup kemungkinan mereka membicarakan kita dan menjelekkan kita di belakang. Haha.

Do you know? Disini mereka terbiasa mengucapkan kata-kata yang tidak sopan tapi karena kelembutan suara dan aksen mereka yang khas, kata-kata itu menjadi hal yang lumrah. Justru terkadang bisa menjadi hal yang yang sangat lucu. Sangat berbeda dengan tempat asalku dulu, dimana ketika seseorang mengucapkan kata-kata itu, emosimu akan langsung terpancing dan dalam beberapa kasus, kata-kata itu bisa berujung ke dalam perkelahian. Hanya karena sebuah "kata" loh. Jadi, sebaiknya kita harus bisa menyaring kata yang akan kita ucapkan agar tidak menjadi bomerang bagi hidup kita apalagi karena kau tidak tinggal ditempat aslimu. Belum tentu mereka bisa menolongmu ketika kau sedang menghadapi kesulitan. Uhhhhhhhh~

Okey, kurasa cukup sampai sini dulu. Sebenarnya masih banyak lagi kata-kata yang ingin kutuliskan disini akan tetapi kata-katanya tidak sesuai dengan judul yang kupakai hari ini. Jadi, tunggu saja judul ceritaku yang berikutnya yaaaa. Hahah. Good Bye~

Deep Hug and Kiss
-Miss Innocent


Post a Comment